(Lanjutan) Indikasi dan prinsip penggunaan NIV atau HFNC pada kasus anak dengan COVID-19

  • 27/05/2021
  • Comment: 0
  • News

Ventilasi Mekanis Invasif

  • Penyusun tidak dapat merekomendasikan modus ventilator tertentu pada pasien anak dengan infeksi COVID-19 yang mengalami ARDS
  • Modus ventilator, pengaturan awal dan penyesuaian bergantung pada kondisi pasien dan sesuai keahlian dokternya (baca: panduan ventilasi mekanis – UKK ERIA, 2018)
  • Anjuran untuk menerapkan ventilasi proteksi paru sesuai rekomendasi PALICC

Pasien mengalami hipoksemia refrakter apabila ditemukan: 

  • PaO2/FiO2< 150
  • OI≥12
  • OSI ≥ 10
  • dan atau FiO2> 0.6

Tindakan intubasi trakeal emergensi pada anak dengan COVID-19

Jika diperlukan tindakan intubasi, perhatikan hal-hal berikut:

  • Pencegahan infeksi adalah prioritas utama: semua tim yang terlibat harus menggunakan APD sesuai standar dan tindakan dilakukan diruang dengan tekanan negatif
  • Jalur komunikasi harus tersedia untuk tim di dalam ruangan dan tim diluar ruangan
  • Pastikan sudah tersedia checklist intubasi dan daftar peran masing-masing staf. Dalam melakukan intubasi minimalisasi petugas yang ada di ruang intubasi. Staf yang melakukan intubasi terdiri dari 3 orang, yaitu:

–  Intubator atau operator airway dilakukan oleh dokter yang paling berpengalaman dalam mengintubasi dan berperan untuk mengintubasi pasien dalam upaya pertama

–  Asisten airway bertugas membantu intubator membuka jalan napas, memastiakan jalan napas patent dan memberikan bantuan pernapasan.

–  Asisten pemberi obat-obatan, bertugas memberikan obat-obatan selama proses intubasi dan melakukan moitoring atau pengawasan terhadap tindakan intubasi maupun kondisi pasien.

  • Periksa monitor, akses IV, instrumen, obat-obatan, ventilator dan suction
  • Pertimbangkan penggunaan video laryngoscope
  • Pertimbangkan tahanan krikoid/rapid sequence intubation (RSI)
  • Hindari ventilasi sungkup manual jika tidak diperlukan
  • Jika diperlukan, gunakan teknik 2 orang, dengan oksigen aliran rendah dan batasi pemberian tekanan
  • Pastikan filter tersedia antara face mask dan bag
  • Intubasi dan konfirmasi dengan monitor kapnografi kontinu dan pemeriksaan visual kembang dada (hindari penggunaan stetoskop)

–  Jika menggunakan video laryngoscope – gunakan disposable blade

–  Bila pelumpuh otot telah diberikan, segera intubasi

–  Masukkan ETT hingga kedalaman yang ditentukan dan kembangkan cuff untuk menutup jalan nafas sebelum memulai ventilasi. Catat kedalaman ETT

–  Pasang NGT untuk dekompresi lambung sehingga tidak mengganggu ventilasi paru

–  Hindari melepas sambungan sirkuit; tekan dan putar semua konektor untuk mengunci. Klem selang endotrakeal saat melepas sambungan

–  Gunakan algoritma gagal intubasi (CICV) jika terjadi kesulitan

–  Beri instruksi sederhana dan gunakan closed loop communication

–  Jika status pasien COVID-19 belum dikonfirmasi, aspirasi trakea untuk pemeriksaan virologi dilakukan dengan closed suction

–  Buang alat sekali pakai dengan aman setelah digunakan

–  Dekontaminasi alat yang dapat digunakan ulang sesuai instruksi. Setelah meninggalkan ruangan, lepas APD dengan teliti

– Bersihkan ruangan 20 menit setelah intubasi (atau tindakan yang menghasilkan aerosol terakhir)

– Simpan peralatan terkait lainnya di luar ruangan sampai dibutuhkan

*Dikutip dari Buku Saku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi Kedua, halaman 80-84

Leave a Reply

X