Lanjutan ke-2, Protokol Tatalaksana COVID-19

  • 15/03/2021
  • Comment: 0
  • News

3. DERAJAT RINGAN
a. Isolasi dan Pemantauan

  • Isolasi mandiri di rumah/ fasilitas karantina selama maksimal 10 hari sejak muncul gejala ditambah 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan. Jika gejala lebih dari 10 hari, maka isolasi dilanjutkan hingga gejala hilang ditambah dengan 3 hari bebas gejala. Isolasi dapat dilakukan mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah.
  • Petugas FKTP diharapkan proaktif melakukan pemantauan kondisi pasien.
  • Setelah melewati masa isolasi pasien akan kontrol ke FKTP terdekat.

b. Non Farmakologis

Edukasi terkait tindakan yang harus dilakukan (sama dengan edukasi tanpa gejala). 

c. Farmakologis

Vitamin C dengan pilihan:

  • Tablet Vitamin C non acidic 500 mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
  • Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
  • Multivitamin yang mengandung vitamin c 1-2 tablet /24 jam (selama 30 hari),
  • Dianjurkan vitamin yang komposisi mengandung vitamin C, B, E, zink

Vitamin D

  •  Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuktablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablethisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
  • Obat: 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet1000 IU dan tablet kunyah 5000 IU)

Azitromisin 1 x 500 mg perhari selama 5 hari

Antivirus :

  • Oseltamivir (Tamiflu) 75 mg/12 jam/oral selama 5-7 hari (terutama bila diduga ada infeksi influenza) ATAU
  • Favipiravir (Avigan sediaan 200 mg) loading dose 1600 mg/12 jam/oral hari ke-1 dan selanjutnya 2 x 600 mg (hari ke 2-5)

Pengobatan simtomatis seperti parasetamol bila demam.

Obat-obatan suportif baik tradisional (Fitofarmaka) maupun Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang teregistrasi di BPOM dapat dipertimbangkan untuk diberikan namun dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi klinis pasien.

Pengobatan komorbid dan komplikasi yang ada.

Dikutip dari Buku Saku Tatalaksana COVID-19 Edisi kedua, halaman 8-10.

Leave a Reply

X