Lanjutan ke-5, NIV (Noninvasive Ventilation)

  • 01/04/2021
  • Comment: 0
  • News
  • Tenaga kesehatan harus menggunakan respirator (PAPR, N95).
  • Trial NIV selama 1-2 jam sebagai bagian dari transisi terapi oksigen
  • Inisiasi terapi oksigen dengan menggunakan NIV: mode BiPAP atau NIV + PSV, tekanan inspirasi 12-14 cmH2O, PEEP 6-12 cmH2O. FiO2 40-60%.
  • Titrasi tekanan inspirasi untuk mencapai target volume tidal 6-8 ml/Kg; jika pada inisiasi penggunaan NIV, dibutuhkan total tekanan inspirasi >20 cmH2O untuk mencapai tidal volume yg ditargetkan, pertimbangkan untuk segera melakukan metode ventilasi invasif. (tambahkan penilaian alternatif parameter)
  • Titrasi PEEP dan FiO2 untuk mempertahankan target SpO2 92-96%.
  • Evaluasi penggunaan NIV dalam 1-2 jam dengan target parameter;

o Subjektif: keluhan dyspnea mengalami perbaikan, pasien tidak gelisah

o Fisiologis: laju pernafasan <30x/menit. Work of breathing menurun, stabilitas hemodniamik

o Objektif: SpO2 92-96%, pH >7,25, PaCO2; 30 – 55mmHg, PaO2 >60 mmHg, rasio PF > 200, TV 6-8 ml/kgBB.

  • Pada kasus ARDS berat, gagal organ ganda dan syok disarankan untuk segera melakukan ventilasi invasif.
  • Jika pada evaluasi (1–2 jam pertama), parameter keberhasilan dengan NIV tidak tercapai atau terjadi perburukan klinis pada pasien, lakukan metode ventilasi invasif.
  • Kombinasi Awake Prone Position + NIV 2 jam 2 kali sehari dapat memperbaiki oksigenasi dan mengurangi kebutuhan akan intubasi pada ARDS ringan hingga sedang.

NIV dan HFNC memiliki risiko terbentuknya aerosol, sehingga jika hendak diaplikasikan, sebaiknya di ruangan yang bertekanan negatif (atau di ruangan dengan tekanan normal, namun pasien terisolasi dari pasien yang lain) dengan standar APD yang lengkap.

Bila pasien masih belum mengalami perbaikan klinis maupun oksigenasi setelah dilakukan terapi oksigen ataupun ventilasi mekanik non invasif, maka harus dilakukan penilaian lebih lanjut.

*Dikutip dari Buku Saku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi kedua, halaman 25-28

Leave a Reply

X