Lanjutan ke-7, ECMO (Extra Corporeal Membrane Oxygenation)

  • 08/04/2021
  • Comment: 0
  • News

Pasien COVID-19 dapat menerima terapi ECMO di RS kelas A yang memiliki layanan dan sumber daya sendiri untuk melakukan ECMO. Pasien COVID-19 kritis dapat menerima terapi ECMO bila memenuhi indikasi ECMO setelah pasientersebut menerima terapi posisi prone (kecuali dikontraindikasikan) dan terapi ventilator ARDS yang maksimal menurut klinisi.

Indikasi ECMO :

  1. PaO2/FiO2 <60mmHg selama >6 jam
  2. PaO2/FiO2 <50mmHg selama >3 jam
  3. pH <7,20 + Pa CO2 >80mmHg selama >6 jam

Kontraindikasi relatif :

  1. Usia ≥ 65 tahun
  2. Obesitas BMI ≥ 40
  3. Status imunokompromis
  4. Tidak ada ijin informed consent yang sah.
  5. Penyakit gagal jantung sistolik kronik
  6. Terdapat penyebab yang berpotensi reversibel (edema paru, sumbatan mucus bronkus, abdominal compartment syndrome)

Kontraindikasi absolut :

  1. Clinical Frailty Scale Kategori ≥ 3
  2. Ventilasi mekanik > 10 hari
  3. Adanya penyakit komorbid yang bermakna :
    1. Gagal ginjal kronik stage III
    2. Sirosis hepatis
    3. Demensia
    4. Penyakit neurologis kronis yang tidakmemungkinkan rehabilitasi.
    5. Keganasan metastase
    6. Penyakit paru tahap akhir
    7. Diabetes tidak terkontrol dengan disfungsiorgan kronik
    8. Penyakit vaskular perifer berat
  4. Gagal organ multipel berat
  5. Injuri neurologik akut berat.
  6. Perdarahan tidak terkontrol.
  7. Kontraindikasi pemakaian antikoagulan.
  8. Dalam proses Resusitasi Jantung Paru.

Komplikasi berat sering terjadi pada terapi ECMO seperti perdarahan, stroke, pneumonia, infeksi septikemi, gangguan metabolik hingga mati otak.

Keterangan : Bila HFNC tidak tersedia saat diindikasikan, maka pasien langsung diintubasi dan mendapatkan ventilasi mekanik invasif.

  • Dikutip dari Buku Saku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi Kedua, halaman 29-32.

Leave a Reply

X