Lanjutan, Trombosis dan Gangguan Koagulasi – bagian tatalaksana Tromboprofilaksis & Antikoagulan Profilaksis

  • 25/03/2021
  • Comment: 0
  • News

Pada setiap pasien yang dirawat dengan COVID-19, dilakukan penilaian apakah memerlukan tromboprofilaksis dan tidak terdapat kontra indikasi pemberian antikoagulan. Pemberian antikoagulan profilaksis pada pasien COVID 19 derajat ringan harus didasarkan pada penilaian dokter yang merawat dengan menimbang faktor-faktor risiko trombosis pada pasien tersebut.

Penilaian risiko perdarahan juga dapat menggunakan skor IMPROVE (Tabel 3) Sebelum memberikan antikoagulan harus dievaluasi kelainan sistem/organ dan komorbiditas untuk men ilai risiko terjadinya perdarahan maupun jenisnya.

Profilaksis dengan fondaparinux dosis standar juga dapat dipertimbangkan pada pasien COVID-19 yang dirawat, tapi pada kondisi pasien COVID-19 yang kritis tidak menjadi pilihan utama karena pada kondisi pasien yang tidak stabil sering didapatkan gangguan ginjal.

Antikoagulan Profilaksis Pada Pasien COVID-19 Kondisi Kritis

Peningkatan dosis profilaksis antikoagulan direkomendasikan pada pasien COVID-19 yang dirawat ICU atau post-ICU. Pemberian antikoagulan profilaksis pada pasien COVID-19 kondisi kritis mengikuti kriteria berikut ini:

a. Kriteria inklusi

–  Pasien terkonfirmasi COVID-19 atau pasien suspek atau probable yang membutuhkan perawatan ICU dan/atau setelah dipindahkan dari perawatan ICU

–  Trombosit lebih 25.000

b. Kriteria eksklusi

–  Jumlah trombosit kurang dari 25.000 atau memiliki manifestasi perdarahan

–  Pasien bedah saraf (neurosurgery) atau memiliki perdarahan aktif

  • Dikutip dari Buku Saku Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi kedua, hal 14-18.

Leave a Reply

X