MENGENAL KEJADIAN LUAR BIASA NOVEMBER 2017

posted in: news | 0

Akhir- akhir ini terdengar berita mengenai kejadian luar biasa mengenai penyakit difteri. Menurut data Kementrian Kesehatan menunjukkan sampai November 2017, ada 95 Kabupaten/ Kota dari 20 provinsi melaporkan kasus Difteri. Sementara pada kurun waktu Oktober-November 2017, Kemenkes mencatat ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) difteri di wilayah kabupaten/kotanya.

Lalu apakah difteri itu sebenarnya? penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Corynebacterium Diptheriae yang bersarang pada selaput lender hidung dan tenggorokan. Penyakit ini mudah sekali menular melalui batuk, bersin dan air liur.

Penyakit ini memiliki masa inkubasi sejak bakteri masuk ke tubuh hingga menimbulkan gejala sekitar 2 hingga 5 hari. Pasien yang terinfeksi akan menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Demam dan menggigil yang disertai sakit tenggorokan dan suara serak
  • Terlihat lapisan tipis berwarna abu-abu di tenggorokan dan amandel
  • Sesak napas
  • Terdapat benjolan di sekitar leher yang merupakan pembengkakan kelenjar limfe

Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan luka seperti borok (ulkus). Ulkus tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit.

Difteri sangat dapat dicegah yaitu dengan vaksin. Vaksin untuk difteri dikombinasikan dengan pertussis dan tetanus yang dikenal dengan vaksin DPT. Vaksin DPT termasuk dalam imunisasi wajib bagi anak-anak Indonesia. Vaksin ini diberikan sebanyak 5 kali yaitu saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 1.5 tahun, dan 5 tahun. Setelah pemberian vaksin DPT saat anak-anak dapat diberikan booster dengan vaksin sejenis pada usia 10 tahun dan 18 tahun.

Difteri termasuk dalam penyakit yang berpotensi mengancam jiwa. Rentang waktu setelah terdiagnosa hingga meninggal dunia beragam tergantung dari derajat keparahan. Faktor penyebab meninggal akibat difteri salah satunya adalah tidak pernah diimunisasi atau imunisasi tidak lengkap. vaksin sangatlah penting dalam perlindungan tubuh terhadap penyakit- penyakit.

Sebenarnya wabah difteri ini bukanlah wabah baru, wabah difteri pernah terjadi pada tahun 2009. Salah satu penyebab meluasnya wabah difteri menurut Direktur Surveilans dan Karantina Kementerian Kesehatan, Jane Soepardi adalah menurunya minat atau kewaspadaan orang tua tentang pentingnya imunisasi pada anak selama dua hingga tiga tahun terakhir.

Untuk itu, mari tingkatkan kepekaan atas pentingnya imunisasi pada anak dimulai dari keluarga sendiri, karena dengan begitu kita membantu Indonesia dalam mengurangi wabah penyakit dan sekaligus melindungi keluarga kita sendiri.