PROTOKOL TATALAKSANA COVID-19 DI INDONESIA

  • 01/03/2021
  • Comment: 0
  • News

A. TATA LAKSANA PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19

1. PEMERIKSAAN PCR SWAB

  • Pengambilan swab di hari ke-1 dan 2 untuk penegakan diagnosis. Bila pemeriksaan di hari pertama sudah positif, tidak perlu lagi pemeriksaan di hari kedua, Apabila pemeriksaan di hari pertama negatif, maka diperlukan pemeriksaan di hari berikutnya (hari kedua).
  • Pada pasien yang dirawat inap, pemeriksaan PCR dilakukan sebanyak tiga kali selama perawatan.
  • Untuk kasus tanpa gejala, ringan, dan sedang tidak perlu dilakukan pemeriksaan PCR untuk follow-up. Pemeriksaan follow-up hanya dilakukan pada pasien yang berat dan kritis.
  • Untuk PCR follow-up pada kasus berat dan kritis, dapat dilakukan setelah sepuluh hari dari pengambilan swab yang positif.
  • Bila diperlukan, pemeriksaan PCR tambahan dapat dilakukan dengan disesuaikan kondisi kasus sesuai pertimbangan DPJP dan kapasitas di fasilitas kesehatan masing-masing.
  • Untuk kasus berat dan kritis, bila setelah klinis membaik, bebas demam selama tiga hari namun pada follow-up PCR menunjukkan hasil yang positif, kemungkinan terjadi kondisi positif persisten yang disebabkan oleh terdeteksinya fragmen atau partikel virus yang sudah tidak aktif. Pertimbangkan nilai Cycle Threshold (CT) value untuk menilai infeksius atau tidaknya dengan berdiskusi antara DPJP dan laboratorium pemeriksa PCR karena nilai cut off berbeda-beda sesuai dengan reagen dan alat yang digunakan.

2. TANPA GEJALA
a. Isolasi dan Pemantauan

  • Isolasi mandiri di rumah selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi, baik isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah.
  • Pasien dipantau melalui telepon oleh petugas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
  • Kontrol di FKTP terdekat setelah 10 hari karantina untuk pemantauan klinis

b. Non-farmakologis

Berikan edukasi terkait tindakan yang perlu dikerjakan (leaflet untuk dibawa ke rumah):

  •  Pasien :
    • – Selalu menggunakan masker jika keluar kamar dan saat berinteraksi dengan anggota keluarga
    • –  Jaga jarak dengan keluarga (physical distancing)
    • –  Upayakan kamar tidur sendiri / terpisah
    • –  Menerapkan etika batuk (Diajarkan oleh tenaga medis)
    • –  Alat makan-minum segera dicuci dengan air/sabun
    • –  Berjemur matahari minimal sekitar 10-15 menit setiapharinya (sebelum jam 9 pagi dan setelah jam 3 sore).
    • –  Pakaian yg telah dipakai sebaiknya dimasukkan dalam kantong plastik / wadah tertutup yang terpisah dengan pakaian kotor keluarga yang lainnya sebelum dicuci dansegera dimasukkan mesin cuci
    • –  Ukur dan catat suhu tubuh 2 kali sehari (pagi dan malamhari)
    • –  Segera beri informasi ke petugas pemantau/FKTP ataukeluarga jika terjadi peningkatan suhu tubuh > 38 C
  • Lingkungan/kamar:
    • –  Perhatikan ventilasi, cahaya dan udara
    • –  Membuka jendela kamar secara berkala
    • –  Bila memungkinkan menggunakan APD saatmembersihkan kamar (setidaknya masker, dan bilamemungkinkan sarung tangan dan goggle).
    • –  Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau handsanitizer sesering mungkin.
    • –  Bersihkan kamar setiap hari , bisa dengan air sabun ataubahan desinfektan lainnya
  • Keluarga:
    • Bagi anggota keluarga yang berkontak erat dengan pasiensebaiknya memeriksakan diri ke FKTP/Rumah Sakit.
    • Anggota keluarga senanitasa pakai masker
    • Jaga jarak minimal 1 meter dari pasien
    • Senantiasa mencuci tangan
    •  Jangan sentuh daerah wajah kalau tidak yakin tangan bersih
    •  Ingat senantiasa membuka jendela rumah agar sirkulasi udara tertukar
    • Bersihkan sesering mungkin daerah yg mungkin tersentuh pasien misalnya gagang pintu dll

*Dikutip dari Buku Saku TataLaksana Protokol COVID-19 EDISI 2.Halaman 1-6.

Leave a Reply

X