Waspada Gejala Glaukoma, Bisa Mengakibatkan Kebutaan!

05/10/2022by adminArtikel

Waspada Gejala Glaukoma, Bisa Mengakibatkan Kebutaan!

05/10/2022 by admin
Waspada-Gejala-Glaukoma-Bisa-Mengakibatkan-Kebutaan-1200x801.jpeg

Gejala glaukoma biasanya diawali dengan kehilangan penglihatan di bagian pinggir matanya. Berbeda dengan katarak yang biasanya menimbulkan penglihatan yang buram, glaukoma ini bisa mengganggu keluasan pandangan seseorang. Mengutip dari Mayo Clinic 2022 menyebutkan bahwa glaukoma ini dapat terjadi ketika terjadi kerusakan pada saraf optik, biasanya disebabkan akibat adanya tekanan berlebih dalam bola mata. Saraf optik sendiri berfungsi untuk mengirimkan visual dari mata ke otak. Sehingga, kerusakan yang terjadi di area tersebut mampu menyebabkan penderitanya kehilangan penglihatan. Lalu, bagaimana gejala dari glaukoma dan bagaimana pengobatannya? Simak selengkapnya dalam artikel ini!

Gejala Glaukoma

Glaukoma merupakan penyakit yang terkenal dengan silent killer atau pembunuh diam-diam, karena para penderitanya seringkali tak merasakan gejala apapun. Meskipun begitu, menurut beberapa sumber ada beberapa gejala atau ciri khas dari glaukoma yang harus diwaspadai di antaranya:

  • Mata terasa sakit atau perih secara intens
  • Merasakan mual dan muntah-muntah
  • Mata memerah, terutama di area warna putih
  • Beberapa penderita juga biasanya mengeluhkan sakit kepala
  • Pandangan mulai kabur
  • Ukuran pupil kanan dan kiri berbeda
  • Terdapat lingkaran menyerupai pelangi saat melihat cahaya

Meskipun ada beberapa gejala glaukoma seperti yang telah disebutkan di atas, menurut  American Academy of Ophthalmology menyebutkan bahwa beberapa orang bisa saja tidak merasakan gejala kerusakan mata. Bisa saja orang tersebut memiliki risiko glaukoma, seperti memiliki tekanan berlebih pada mata, hingga mengalami kerusakan pada saraf optik. Orang-orang yang berisiko terkena glaukoma disebut dengan suspek glaukoma. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan kesehatan mata bersama dokter untuk mengetahui risiko pada glaukoma.

Faktor Risiko Glaukoma

Mengutip dari Mayo Clinic 2022, glaukoma dapat berkembang ketika saraf optic di dalam mata mengalami kerusakan akibat tekanan. Tekanan pada bola mata tersebut dapat meningkat ketika terjadi penumpukan cairan yang ada di dalam mata. Cairan dapat menumpuk akibat produksi berlebihan, atau terjadi gangguan pada saat mengalirkannya. Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan glaukoma di antaranya:

  • Berusia lebih dari 60 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma
  • Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti obat tetes mata kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama
  • Mereka yang memiliki penyakit diabetes, penyakit jantung hingga hipertensi juga sangat rentan terhadap risiko penyakit glaukoma.

Orang-orang dengan diabetes 40% lebih berisiko terkena glaukoma dibanding orang tanpa diabetes. Selain itu, mereka yang memiliki hipertensi dan mengalami glaukoma lebih rentan mengalami kebutaan secara permanen. Oleh karena itu, sebaiknya kita tak boleh menyepelekan masalah glaukoma, apalagi jika Anda pemiliki beberapa penyakit di atas.

Berbagai Macam Pengobatan Pada Glaukoma

Walau berbahaya, glaukoma tetap bisa diobati dan ada peluang untuk sembuh dengan berbagai jenis pengobatan. Namun, sebelum melakukan pengobatan yang tepat, biasanya pasien akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mendiagnosis tingkat keparahan pada glaukoma. Pemeriksaan pada glaukoma biasanya dilakukan dengan tonometry, gonioskopi, pachymetry atau pemeriksaan lainnya untuk mendeteksi kerusakan saraf. Setelah dokter mendiagnosis glaukoma, biasanya akan dilakukan pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Berikut adalah beberapa pengobatan yang umum dilakukan untuk mengobati glaukoma.

  • Menggunakan obat-obatan

Ada dua jenis obat-obatan yang biasanya akan dokter rekomendasikan untuk mengatasi glaukoma, obat tetes mata dan obat minum. Kedua jenis obat ini biasanya harus didapatkan dengan resep dokter, sehingga tidak bisa sembarangan. Pada, kasus yang sudah memburuk terapi dengan obat-obatan mungkin saja tidak dapat mengatasi gejala pada glaukoma.

  • Laser

Tindakan laser biasanya dilakukan untuk menguras kelebihan cairan pada bola mata. Jenis tindakan laser juga terbagi menjadi dua, yaitu trabekuloplasti yang dilakukan pada pasien yang memiliki glaukoma terbuka. Terakhir, ada iridotomi tindakan yang dilakukan pada glaukoma sudut tertutup.

  • Operasi

Opsi terakhir pada pengobatan glaukoma adalah dengan metode operasi. Tindakan operasi biasanya melibatkan sayatan pada area mata untuk implant pipa untuk membantu mengalirkan cairan.

Untuk mengetahui dengan pasti pengobatan pada glaukoma yang cocok sesuai dengan kondisi Anda. Sebaiknya, segeralah lakukan pemeriksaan di klinik mata.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Operasi dan Pengobatan pada Katarak

Tempat Pengobatan Glaukoma

Pengobatan pada glaukoma tak boleh dilakukan di sembarang tempat, salah satu klinik mata yang menyediakan pengobatan masalah mata terpercaya adalah KL Klinik. Operasi mata yang dilakukan KL KLINIK dapat dikerjakan dan pasien dapat pulang ke rumah di hari yang sama, dikarenakan menggunakan teknologi alat modern dan staf yang ahli sehingga sangat aman dan nyaman untuk pasien serta pasien dapat langsung pulang ke rumah. Menurut penturuan dr. Kelvin Alim, dokter spesialis mata sekaligus pemiliki KL Klinik, menyebutkan bahwa Poli Mata KL Klinik siap membantu menangani masalah mata secara holistic, dari awal pencarian masalah hingga kontrol setelah pengobatan operasi jika dibutuhkan. Dengan pelayanan unggulan serta biaya yang terjangkau, semua kalangan dari muda hingga lansia, dapat terbantu dengan adanya pengobatan dari Poli Mata KL KLINIK.

Untuk melakukan pendaftaran di KL Klinik, silakan hubungi admin kami dengan langsung klik di sini!

Home KL Klinik

Download Apps
KL Klinik

Donwload App Playstore Android
Download App Store iOs
Home KL Klinik

Informasi Tentang Kami








Temukan Informasi
Tentang Kami




Rekanan
Kami

Rekanan KL Klinik

(c) KL Klinik, 2022.

Open chat
1
Butuh Bantuan?
Halo 👋
Ada yang bisa kami bantu?